Senin, 13 Oktober 2008

Mama dan Papa Risa bangun bersamaan mereka semakin terlihat lelah Papa Risa mengambil baju ganti kemudian berjalan menuju kamar mandi. Mama Anita membangunkan Risa yang masih tertidur seperti biasanya
“Sayang.. ayo bangun”
“Sudah pagi nih”
Mamanya berkali-kali membangunkannya, menggoyang-goyangkan tubuhnya yang masih tertidur berharap ia akan segera bangun
Wajah mama Risa semakin pucat karena ini sudah bukan pertama kalinya Risa tak bangun dari tidurnya
“Frans!!!”
Mama Anita ganti memanggil suaminya dengan lantangnya
“Frans Risa.. Risa g bangun”
Wajah Papa Risa mendadak tidak lagi mengantuk, ia kemudian menuju ke tempat Risa berbaring lalu membangunkannya seperti bagaimana yang Istrinya lakukan
“Sayang.. bangun.. sayang.. ” Bujuk Papanya sambil mengusap-usap kening Risa, suhu tubuhnya agak dingin seperti mayat wajahnya pucat pasi. Papanya sudah mulai putus asa ia menaruh salah satu jari tangannya ke hidung Risa lalu memegang tangan Risa dan memeriksa denyut nadinya. Nafas dan denyut nadinya sangat lemah dan hampir tidak terdetdeteksi atau mungkin memang sudah tak ada lagi. Papanya langsung panik dan berlari keluar dengan wajah yang cemas dan untung saja saat ia membuka pintu ada suster penjaga yang lewat
“SUSTER!! TOLONG PUTRI SAYA”
”Tenang pak”
”CEPAT TOLONG PUTRI SAYA”
Papa Risa tanpa pikir panjang menarik tangan suster tersebut dan menggeretnya menuju kamar Risa, Disana Risa sedang tertidur tak berdaya Mamanya menangis disebelahnya.
Suster tadi kemudian memeriksa denyut nadi Risa yang sudah lemah
“Bagaimana keadaan putri saya Sus”
“Kondisinya parah, Saya akan segera memangil dokter Budi untuk memeriksa pasien.”
Mama Risa terus terusan menangisi keadaan Risa Papanya hanya bisa mengelus-elus pundak Istrinya agar sedikit lebih tenang sampai akhirnya dokter Budi datang untuk memeriksa keadaan Risa.
“Dok, tolong selamatkan putri saya Dok”
“Maaf, sebaiknya anda keluar dahulu agar kami bisa memeriksanya lebih intensif”
Suster menutup Ruang pasien tersebut.
Mama dan Papa Risa menangis di depan kamar pasien tak ada rasa malu lagi untuk mereka. Mereka hanya bisa menangis melepas kepergiannya.

“Dok detak jantungnya semakin melemah, tekanan darahnya semakin menurun”
“Siapkan alat pacu jantung untuknya”
Alat pacu jantungpun telah mereka siapkan untuk Risa, Dokter mulai memacu jantung Risa dengan alat tersebut tapi tampaknya Tuhan menghendaki lain detak jantung dan tekanan darah Risa semakin Rendah dan akhirnya hilang. Bukan salah dokter atau salah siapapun, Risa telah meninggal, dia tak akan kembali lagi. Tuhan telah mengambilnya kembali.
Suster kembali menyelimuti tubuh Risa sampai dengan mukanya yang sekarang telah menjadi mayat, Mayat yang cantik.
Dokter dan suster keluar dari ruangan tersebut.
“Bagaimana keadaan Putri saya dok?”
”Maaf, Kami sudah berusaha keras tetapi Tuhan berkehendak lain Risa..”
“TIDAK...!!!”
Suara jeritan Mama Risa hampir memenuhi rumah sakit, Papanya hanya tertunduk. Mamanya masih menangis
“Maaf kami permisi Dulu”
”Dok, Tolong periksa Risa sekali lagi anda pasti salah, Dia kuat....Dia....Hika..hiks...”
Tak sanggup lagi Mama Anita meneruskan kata-katanya ia memeluk suaminya dan menangis sekencang-kencangnya menumpahkan segala kesedihan di hatinya. Dalam pelukan suaminya Mama Anita memasuki kamar Risa
Ia pelan pelan membuka selimut yang menutupi muka Risa. Air mata menetes diatasnya. Dia memang Risa
“Ris.. kenapa kamu tinggalin Mama?”
“Baru saja, kamu mau mengakui Mama, tapi kenapa sekarang kamu meninggalkan mama?”
Air mata yang terus dan terus mengalir dari kedua sudut matanya hampir membasahi selimut Risa. Risa telah pergi untuk selamanya

Tubuh Risa sudah dikebumikan di pemakaman keluarga, Risa dikebumikan tepat disamping kuburan Mamanya. Orang-orang ikut melayat mengantar jenazah Risa ketempatnya yang paling akhir.Hitam...warna yang sungguh sangat menyakitkan meliputi rumah terakhir Risa. Air mata juga membasahi mata orang-orang yang melayat menambah kesuraman tempat itu, suram dan sedih.
Semua orang ikut melayat kecuali Andre ia masih berjuang meraih piala yang ia janjikan untuk Risa
***

Hari jumat tanggal 15 febuari hari kepulangan Andre dari pertandingan antar SMA. Memang terlambat bila ingin memberikan coklat valentaine tapi Risa berjanji akan memberikan coklat untuk Andre. Andre pulang ke rumah dengan semangat berharap bisa bertemu dengan Risa
“Aku pulang Ma”
Andre memeluk mamanya yang sedang menikmati sarapannya
“Sudah pulang Ndre bagaimana partandingannya?”
”Kita menang Ma. Oh ya Ma Risa sudah pulang dari Rumah sakit belum? soalnya aku janji kalau pulang aku harus langsung menemui dia” Sambil mencomot roti bakar buatan mamanya Andre bertanya panjang lebar lalu duduk di depan mamanya. Mamanya hanya diam tak menjawab pertanyaan Andre dia hanya tertuduk, Dia tak tega menjawab Ndre Risa sudah meninggal .Ia tak ingin melukainya
”Ma!!kenapa sih kok diam?”
”Ah..g apa-apa”
“Ya sudah deh aku mandi dulu Ya Ma”
Andre berjalan menaiki tangga rumahnya menuju kamarnya untuk mandi.Wajah bahagia, bibir yang selalu tersenyum selalu menghiasi hari2 Andre saat ini. Ia ingin secepatnya menuju rumah sakit menjenguk Risa menceritakan kemenangannya
“Ma Andre pergi jenguk Risa dulu ya?”
“Ndre...”
Mamanya memanggil saat Andre hampir sampai di depan pintu
“Ya Ma”
Mamanya ingin bercerita bahwa orang yang paling ia sayangi sudah tak ada lagi di dunia ini, tapi ia tak tega merenggut senyum dari wajahnya
“Hati-hati”
Andre tersenyum lalu mengambil motornya dan mengendarainya menuju rumah sakit tempat Risa dirawat. Tak lupa ia membeli sebuket bunga mawar merah kesukaan Risa.

Andre berlari menuju ke kamar 307 tempat Risa di rawat tapi ternyata kamar itu kosong. Senyum menghiasi wajah Andre dan tanpa berpikir panjang lagi ia berlari menambil motornya dan berjalan menuju Rumah Risa. Ia hanya tersenyum saat mengendarai motornya ia berpikir bahwa Risa pasti sudah sembuh
Senyum Andre sedikit memudar saat tahu ada bendera kuning di depan pintu gerbang rumah Risa juga berbagai bunga ucapan duka cita dari berbagai rekan kerja papanya Risa
Dengan jantung berdebar Andre menyeret tubuhnya menuju Rumah Risa tapi entah kenapa Ia tak ingin memasuki rumah itu
Ting...tong...
“Oh Den Andre mari masuk” Bi Tum membuka pintu untuk Andre matanya terlihat sembab seperti habis nangis tak henti-henti
“Bi siapa yang datang?” Mama Anita datang memecah keheningan
“Oh Andre”
”Pagi tante, Oh ya tante Risanya ada?”
Mama Risa hanya terdiam tak menjawab ia tak tahu lagi apa yang sebaiknya ia katakan.
“Andre?” Papa Risa datang menyapa
“Mari duduk”
“Terima kasih om”
Papa Risa mengajak Andre duduk di sofa ruang tamu sedangkan Mamanya tak sanggup lagi untuk tak menangis, ia kembali ke dalam untuk mengambil sesuatu, tak lama kemudian Ia kembali dengan sepucuk surat berwarna biru muda ditangan kanannya
“Ndre...ini untuk kamu dari Risa”
“Tapi tante, Risa kemana?”
“Sebaiknya kamu baca saja surat itu”
Andre menuruti apa kata Mama Risa. Ia membaca surat itu dengan teliti air mata menetes membasahi kertas surat itu. Andre terus tertunduk tanpa mengatakan apa-apa, air mata itu terus menetes sampai sebagian tulisan Risa di surat terkena tetesan air mata itu Ande cepat-cepat mengusap air matanya
“Om...Tante...ini bohong kan, Risa ada kan? dia pasti sedang ada di kamar kan dia....dia g...”
“Maaf Ndre tapi Risa memang telah meninggalkan kita. Kemarin kondisinya memburuk lalu...” Mamanya Risa sudah tak bisa melanjutkan kata-katanya lagi, air matanya keburu keluar. Andre melipat surat itu dan kembali memasukkannya ke dalam amplop biru muda itu. Ia tak tahan lagi ingin menangis tapi ia sadar ia tak boleh menangis disini, keluarga Risa pasti juga sedih
“Om...Tante...Boleh saya tahu dimana Risa dikebumikan?”
***

Dipemakaman keluarga Risa, Andre berjalan mencari dimana tempat Risa di makamkan. Andre berjalan dengan lemas lunglai membawa mawar merah dan surat dari Risa serta coklat valentaine terakhir dari Risa dan tak lupa ia membawa lukisan wajah dirinya yang di buat Risa sebelum ia meninggal. Ia seperti tak percaya bahwa orang yang paling ia sayangi di dunia ini meninggalkan dirinya sendiri. Andre masih terus berjalan sampai akhirnya ia menemukan kuburan dengan nisan bertuliskan Carissa Ardinia Rosalina. Kuburan itu masih penuh dengan buket bunga yang masih agak segar, Andre duduk disampingnya menumpahkan segala kesediannya

Air mata yang dari tadi ia tahan akhirnya menetes juga, Andre tak mengusapnya ia ingin menumpahkan segalanya disitu.
Lama sekali Ia terdiam memandangi kuburan itu. Andre tak tahu apa yang harus ia lakukan, apa yang harus ia katakan
“Ris...Gue benci loe Ris...gue benci...”Andre bersuara dengan isak tangis
“Ris.. kenapa loe g menepati janji, loe bilang loe akan nunggu gue pulang lalu memberikan coklat valentaine untuk gue...”
keadaan hening sejenak...air matanya sudah jatuh membasahi gundukan tanah didepannya..
Hati Andre hancur berkeping keping. Orang yang ia sayangi sudah tak ada di dunia ini lagi, Ia sudah tak bisa melihat Risa ataupun berbicara dengannya
“...Tapi loe bohong Ris.... kenapa loe g nunggu gue pulang.. kenapa g nunggu gue... 1 hari saja”
Andre terdiam sejenak dengan air mata tetap menetes. Andre menangis, satu hal yang tidak pernah ia lakukan selama ini. yang terakhir kalinya saat papanya meninggal. Tapi Ia tak menyangka ia harus menangis lagi karena kehilangan orang yang ia sayang
“...Walaupun gue bilang benci loe Ris... gue g bisa benci loe karena sampai kapanpun juga gue tetap sayang loe... sampai kapanpun juga...”
Andre kembali terdiam. Sekarang ia cukup lama terdiam ia hanya memandangi nisan Risa sampai akhirnya matahari terbenam dan mau tak mau ia harus pulang meninggalkan pemakaman
***

Andre kembai pulang ke rumahnya dengan mengendarai motornya, pikirannya kalut Ia tak tahu lagi apa yang bisa membuatnya bersemangat untuk menjalani hidup. Pikiran Andre melayang entah kemana sampai akhirnya Ia sadar kalau di depannya ada sebuah mobil box tapi Andre tak sempat mengelak. Ia terabrak..

Banyak sekali orang yang mengerubunginya dan membawanya kerumah sakit, tapi sayang nyawanya sudah tak tertolong lagi. Andre sudah tak disini Ia menyusul Risa, menyusul cintanya. Mama Andre tetap menangis disitu juga ada Mama Papa Risa yang juga turut menjenguk Andre.. Akhirnya Andre dimakamkan di sebelah pemakaman Risa.

Risa sudah tak ada di dunia ini begitu juga dengan Andre, tapi semua berharap mereka berdua bahagia di alam sana. Berdua.. Abadi untuk selamanya. THE END

indonesia raya

hiduppp insdonesiaaaa

hai hai

hui...
aq minta tlg dunk... add fs-q yaaw
airi_cute91@liverpool.com

Selasa, 07 Oktober 2008

Hajimemashite





No one ever saw me like you do
All the things that I could add up to
I never knew just what a smile was worth
But your eyes say everything without a single word

'Cause there's something in the way you look at me
It's as if my heart knows you're the missing piece
You make me believe that there's
nothing in this world I can't be
I'd never know what you see
But there's something in the way you look at me

If I could freeze the moment in my mind
Be the second that you touch your lips to mine
I'd like to stop the clock make time stand still
'Cause baby this is just the way I always wanna feel
[ Find more Lyrics at www.mp3lyrics.org/sV ]

'Cause there's something in the way you look at me
It's as if my heart knows you're the missing piece
You make me believe that there's
nothing in this world I can't be
I'd never know what you see
But there's something in the way you look at me

I don't know how or why
I feel different in your eyes
All I know is that it happens every time

'Cause there's something in the way you look at me
It's as if my heart knows you're the missing piece
You make me believe that there's
nothing in this world I can't be
I'd never know what you see
But there's something in the way you look at me

The way you look at me